Apresiasi seni ialah suatu proses penghayatan karya seni yang diamati dan penghargaan pada karya seni itu sendiri serta penghargaan pada penciptanya. Dari sudut pandang bahasa, kata apresiasi (appreciation) dengan kata kerja to appreciate, artinya berarti menentukan atau menunjukkan nilai atau menilai, menilai bobot karya, menikmati dan akhirnya menghayati. Secara umum apresiasi dapat diartikan sebagai kesadaran menilai lewat penghayatan suatu karya.
Mengapresiasi artinya berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap segi-segi di dalamnya, sehingga secara sadar mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya. Apresiasi Seni adalah suatu proses penghayatan suatu karya seni yang dihormati dan penghargaan pada karya seni itu sendiri serta penghargaan pada pembuatnya. Secara umum, Apresiasi dapat diartikan sebagai kesadaran menilai lewat penghayatan suatu karya seni. Kegiatan Apresiasi yaitu melakukan pengamatanm pemahaman, penilaian atau mengevaluasi serta mengkritik.
Kegiatan seni adalah kegiatan yang berbeda dengan kegiatan manusiawi yang lain, karena mempunyai sifat yang khusus dan istimewa. Kegiatan seni merupakan kegiatan member kesan tentang dunia disekitar kita lewat sentuhan – sentuhan artistik dan estetik/seni dan keindahan pada ciptaan yang ada. Proses apresiasi terbentuk dari dua kemungkinan, yaitu Afektif dan Kreatif. Proses apresiasi afektif terjadi apabila pengamatan seni cepat mengalami empati dan rasa puas. Proses apresiasi kreatif terjadi apabila pengamat seni sadar dalam melakukan penghayatan dan penilaian serta menggunakan aspek logika dalam menentukan nilai suatu karya seni. Apresiasi kreatif dapat didefinisikan sebagai proses aktif dan kreatif sehingga secara efektif pengamat dapat memahami nilai seni, yaitu untuk mengalami pengalaman estetik.
Penghayatan dalam proses apresiasi harus dilakukan secara obyektif (tanpa prasangka). Mutu hasil sebuah apresiasi tergantung dari pengalaman dan intensitas kita dan pergulatan kita di dalam menghayati karya seni di banyak ivent dan ragam karya yang pernah kita lihat. Artinya makin sering kita melihat karya-karya seni (tertentu), maka pengalaman artistik dan estetik kita makin panjang dan wawasan kita makin bertambah, sehingga mutu apresiasi kita juga makin baik.
Oleh karena itu selain cara pandang antara pencipta seni dengan apresiator juga memiliki perbedaan, juga antara apresiator yang satu dengan yang lain juga punya penilaian yang berbeda karena pengalaman dan wawasannya juga berbeda.
Unsur-Unsur Apresiasi
Untuk mengapresiasi suatu karya seni rupa, berikut adalah unsur-unsur yang perlu diperhatikan:
- Gaya
- Teknik
- Tema
- Komposisi
Syarat Menjadi Apresiator yang Baik
Agar seseorang dapat menjadi apresiator yang baik, ia harus sadar dalam melakukan penghayatan dan penilaian serta menggunakan aspek logika dalam menentukan nilai suatu karya dengan melalui proses pengamatan-pemahaman-tanggapan-penilaian-dan berakhir pada penghayatan sebuah karya.
Menurut Verbeek, pengamatan tidak hanya menggunakan satu indra saja, melaikan memberdayakan seluruh pribadi, dunia kejiwaan yang terorganisir, pengetahuan, pengalaman, perasaan, keinginan sehingga totalitas penghayatan penuh arti.
Mengapresiasi Karya Seni Rupa
Judul Lukisan: Pengemis (1974)
Pelukis : Affandi Koesoema
Gaya : Ekspresionis
Ukuran: 99 x 129 cm
Media: Cat Minyak di Atas Kanvas / Oil on Canvas
Lukisan Affandi ini menggambarkan seorang pengemis lewat gaya ekspresionisnya. Goresan-goresan abstrak yang mengalir menggambarkan penderitaan dan betapa rentanya pengemis tersebut. Pewarnaan coklat tua pada pengemis menampakkan ekspresi kerasnya kehidupan pengemis. Ditambah warna kuning membuat suasana semakin muram.
Pemilihan objek pengemis pada lukisan Affandi ini mengekspresikan bagaimana kehidupan masyarakat bawah baik dalam keadaan sosial maupun ekonomi. Pengemis yang dalam kehidupan sehari-hari sering direpresentasikan kalangan rendah yang selalu mengandalkan belas kasihan orang lain demi kelangsungan hidupnya digambarkan memiliki kehidupan yang sengsara dan keras.
Namun Affandi juga memberikan corak-corak abstrak di luar objek pengemis yang melukiskan kegiatan orang-orang di sekitar pengemis. Corak dan warna yang kuat membuat lukisan menjadi dinamis dan semakin menekankan suasana kemuraman dan penderitaan pengemis.
Dalam proses apresiasi kreatif dapat melalui beberapa tahapan khusus, antara lain :
1. Pengamatan objek karya seni
Menurut Verbeek, pengamatan bukanlah mengunakan satu indra saja, melainkan pemberdayaan seluruh pribadi. Yang artinya: ketajaman pengamatan seseorang tergantung pada pengetahuan pengetahuan, pengalaman, perasaan, keinginan dan anggapan seseorang. Pengamatan terhadap objek/hasil karya seni merupakan pengamatan terhadap suatu objek yang terdiri atas totalitas yang penuh arti.
2. Aktivitas fisiologis
Tindakan nyata untuk melakukan sesuatu.
3. Aktivitas psikologis
Terjadinya persepsi sampai dengan evaluasi kemudian timbul interpretasi imajinatif dan dorongan berbuat kreatif.
4. Aktivitas penghayatan
Terjadinya sebuah perenungan terhadap sebuah objek.
5. Aktivitas penghargaan
Terjadiya sebuah evaluasi terhadap objek. Evaluasi dapat berupa saran dan kritikan.
Dalam proses penciptaan karya seni, seorang seniman atau kreator seni harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Konsep/gagasan
Konsep/Ide datang dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
a. Ide datang lebih awal
Ketika seniman telah memiliki ide tertentu, langkah selanjutnya baru menentukan media, teknik dan penyelesaian ide.
b. Ide datang setelah melihat media
Ketika seniman menemukan ide setelah mengamati media. Bentuk ditemukan dari media yang ada sebagai bentuk frontal (Shape).
2. Teknik
Adalah cara yang digunakan dalam membuat karya, hal ini terkait dengan media yang dihadapi dan dikerjakan.
3. Corak atau gaya
Setiap daerah memiliki bentuk yang berbeda dari ragam hias dan teknik penyelesaian karya.
4. Keunikan atau ciri khusus
Yang dimiliki antar daerah dan bangsa berbeda-beda.
Unsur – Unsur Seni Rupa
1. Garis
Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu, garis mempunyai berbagai sifat, seperti pendek, panjang, lurus, tipis, vertikal, horizontal, melengkung, berombak, halus, tebal, miring, patah-patah, dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak, ide, simbol, dan kode-kode tertentu, dan lain sebagainya. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu, seperti untuk menciptakan kesan kekar, kuat simpel, megah ataupun juga agung. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya, dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya.
2. Bidang
Dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya
3. Bentuk
Dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.
4. Ruang
Dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua, yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk.
5. Warna
Merupakan unsur penting dan paling dominan dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya.
Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna, sifat warna, dan makna warna.
A. Jenis warna
Dalam sistem Prang (The Prang System), warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut :
- Warna primer, yaitu tiga warnapokok yakni merah, biru, dan kuning.
- Warna sekunder / biner, yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau,jingga dan ungu.
- Warna intermediate, yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder, menghasilkan warna kuning hijau,hijau-biru, biru-ungu, merah-ungu,merah-jingga, dan kuning-jingga.
- Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna
intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna.
- Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna.
B. Sifat warna
Sifat warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan intensity.
Hue
Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue.
Value
Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. Untuk mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambahputih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.
Intensity
Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut.
Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni
- Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna, misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda.
- Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadap-hadapan, memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga, dan merah kontras hijau.
- Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning.
C. Makna Warna
Sebagaimana unsur desain yang lain, warna juga mempunyai makna yang berbeda, antara lain sebagai berikut :
1. Merah : mempunyai makna api, panas, marah, bahaya, aksi, gagah, berani, hidup, riang dan dinamis.
2. Putih : mempunyai makna suci, mati, bersih, tak berdosa, dan jujur.
3. Kuning : mempunyai makna matahari, cerah, sukacita, terang, iri, dan benci.
4. Kuning emas : mempunyai makna masyhur, agung, luhur, dan jaya.
5. Coklat : mempunyai makna stabil dan kukuh.
6. Jingga : mempunyai makna masak, bahagia, senja, riang, mashur, dan agung.
7. Biru : mempunyai makna tenang, kenyataan, damai, kebenaran, kesedihan dan setia.
8. Hijau : mempunyai makna dingin, sejuk, tenang, segar, mentah, pertumbuhan, dan harapan.
9. Merah muda : mempunyai makna romantis, dan ringan.
10.Ungu : mempunyai makna kekayaan, berkabung, bangsawan, mewah, berduka cita, dan mengandung rahasia.
11.Hitam : mempunyai makna tragedi, kematian, duka, kegelapan, gaib, tegas, dan dalam.
Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol, di masing-masing daerah atau wilayah, akan berbeda, sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat.
Contoh :
bendera tanda adanya kematian, di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. Di Yogjakarta, bendera merah, di Jakarta – kuning, di Sulawesi – putih, di Sumatera – merah, dan sebagainya.
Di negeri China, warna merah berarti Cinta, sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani.
D. Kombinasi Warna
Cara menyusun atau memadukan dua warna atau lebih dalam sebuah komposisi
- Kombinasi Warna yang harmonis
Kombinasi antara warna-warna yang serumpun, letaknya berdekatan dengan lingkaran warna. Misalnya : hijau tua dengan hijau muda.
- Kombinasi warna yang kontras
Kombinasi antara warna-warna yang berlawanan letaknya dalam lingkaran warna. Misalnya : Hijau dengan Merah
- Kombinasi warna analog
Dua atau tiga corak warna yang berdekatan letaknya dalam lingkaranan warna. Misalnya : Biru, Ungu, Merah
E. Penggunaan Warna
- Cara Heraldis (pengertian dan contoh sudah dijabarkan dalam MANKNA WARNA)
- Cara Murni, penggunaan warna secara lebih bebas. Misalnya Pohon dicat warna merah, Kuda dicat warna hijau,dll
- Cara Naturalis, penggunaan warna sesuai dengan aslinya yang terdapat pada alam. Misalnya : warna daun adalah hijau
6. Tekstur
Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu. Suatu permukaan mungkin kasar, mungkin juga halus, mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu, sebagai berikut :
A. Tekstur nyata
Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas, kain sutera berbeda dengan plastik, dan lain sebagainya. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam, tekstur buatan dan tekstur reproduksi. Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam, misalnya daun, kulit kayu, permukaan batu, dan lainnya. Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam, seperti tikar (dari daun yang disusun), goni (dari pasir dan kertas). Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya, misalnya wallpaper.
B. Tekstur semu
Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif.
Selain nilai raba pada suatu permukaan, tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong.
Karya Seni berdasarkan jenis matra (dimensi)
- Dwi Matra, karya seni rupa berbentuk datar atau dua ukuran (panjang dan lebar) yang hanya dapat dipandang dari arah depan saja. Misalnya : gambar,lukisan,dll
- Tri Matra, karya seni yang memiliki ukuran panjang, lebar, tinggi, dan volume yang dapat dipandang dari berbagai sisi atau arah pandang. Misalnya : patung, keramik, seni bangunan (arsitektur)
Karya Seni berdasarkan teknik pembuatannya
- Handmade (buatan tangan)
- Masinal (dikerjakan oleh mesin)
- Komputer
Karya Seni berdasarkan tujuan pembuatannya
- Karya seni murni sebagai media berekspresi, rekreasi, terapi, dan komunikasi
- Karya seni terapan diciptakan untuk tujuan fungsional
Karya Seni berdasarkan Aliran – Alirannya
- Naturalisme
Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup, alam, dan benda mati sebenarnya. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri, pemandangan alam, atau landscape.
- Realisme
Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan, kesedihan, atau peristiwa yang memilukan.
- Romantisme
Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis, penuh khayal, atau petualangan para pahlawan purba. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebih lebihkan.
Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963), JeanBaptiste Camille Corot (1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). Gaya inijuga berkembang di Jerman, Belanda, dan Perancis.
- Impresionisme
Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun
1874. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan olehsebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “, suatu lukisanyang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa.
- Ekspresionisme
Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasanakesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif.
Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent
van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang“(1889), yang mengekpresikan gairah yuang tinggi sekaligus perasaan kesepian.
- Kubisme
Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak).
Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.
- Konstruksifisme
Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain
Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun
wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik.
- Abstrakisme
Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas
pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.
Kadinsky dan PietMondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.
- Dadaisme
Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya
Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.
- Surealisme
Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.
- Elektisisme
Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumber gaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni Amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno.
Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.
- Pos modernisme
Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang.
Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni
lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).
Tokoh Seni Rupa (Pelukis)
- Golongan pelukis yang menggambarkan bentuk – bentuk alamiah dan kepersisan visual yang mewakili kelompok naturalism dan realisme. Pelukisnya terdiri dari: S.Sudjono, Sudarso, Dullah, Wardoyo, Wahdi, Basuki Abdullah,dll
- Golongan pelukis yang menampilkan kesadaran subyektif (ekspesionisme) pelukisnya antara lain : Krisna Mutajab, Zaini, Popo Iskandar, dll
- Golongan pelukis yang menampilkan bentuk – bentuk abstrak non figuratif. Pelukisnya adalah : Fajar Sidik, Aming Prayitno, Umi Dakhlan, dll
- Golongan pelukis yang menampilkan bentuk – bentuk dekoratif. Pelukisnya antara lain : Suparto, Widyat, Mulyadi W, dll
Seni Rupa Murni
Seni rupa murni dalam bahasa Inggris pure art atau fine art adalah cabang seni rupa yang terlepas dari unsur
- unsur praktis yang lebih mengkhususkan diri pada penciptaan karya seni berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi.
1. Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya.
2. Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam, atau bahan-bahan industri seperti logam,serat gelas, dan lain-lain.
3. Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Teknik cetak konvensional antara lain :
- Cetak Tinggi ( Relief Print )
wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print
- Cetak Dalam ( Intaglio )
dry point, etsa, mizotint,sugartint
- sablon ( silk screen )
Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.
4. Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional
Sejarah Seni Rupa Indonesia
Zaman prasejarah juga disebut sebagai zaman sebelum ditemukannya kegiatan tulis menulis yang digunakan untuk mencatat peristiwa – peristiwa penting dalam peradaban manusia. Suku – suku bangsa di Nusantara pada zaman Prasejarah dikenal sebagai penganut animisme dan dinamisme. Pada awalnya, bentuk - bentuk persemayaman roh nenek moyang tersebut diwujudkan dalam bentuk sederna seperti lingga dan menhir, yaitu tugu batu yang menjulang tinggi berbentuk hingga (tonggak batu berbentuk silinder dengan ujung tumpul). Di beberapa tempat ditemukan guratan garis – garis pada menhir yang menyerupai mata, hidung, mulut, tangan, lengan dan kaki. Menhir menurut dugaan para ahli adalah bersemayamnya roh-roh nenek moyang masyarakat purba.
l. Periode Seni Rupa Hindu-Budda
Sejarah peradaban masyarakat Nusantara kemudian dicatat semenjak datangnya agama Hindu melalui pendirian kerajaan – kerajaan Hindu. Pendiri kerajaan – kerajaan bercorak Hindu yang pertama berdiri di Nusantara ini diyakini berasal dari India. Mereka adalah kerabat kerajaan yang enggan tunduk kepada Raja Ashoka pada masa dinasti Chandragupta.
Motif ukuran, selain menggambarkan bentuk, kadang – kadang juga berisi kisah. Antara lain kehidupan para dewa, mitos kepahlawan,dll. Bukti sejarah peninggalannya dapat dilihat pada relief candi Penataran (Blitar), Mendut, Prambanan,dll. relief candi Prambanan menggambarkan cerita kijang mas jelmaan yang terkena panah Sri Rama. Relief candi mendut mengisahkan Dewi Hartiti sewaktu mengasuh anak-anaknya.
Terlepas dari fungsinya, sebagai media penyembahan, patung-patung, relief,dll oleh masa kejayaan Hindu dan Budha memiliki nilai seni yang tinggi dan menjadi bahan kajian hingga sekarang.
2. Periode Seni Rupa Islam
Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 14 telah membawa peradaban Arab dan Persia yang sesuai dengan ajaran Islam. Dalam bidang seni rupa, berbagai corak seni yang dibawa oleh penyebar Agama Islam juga mulai masuk dan mengakar dalam kehidupan masyarakat pemeluknya. Seni kaligrafi yang pada awal perkembangannya merupakan bagian dari seni grafis telah berkembang sebagai karya seni yang digunakan dalam berbagai medium.
Pada seni arsitektur,pengaruh Islam sangat jelas terlihat pada bangunan masjid dan makam – makam para tokoh/ulama besar yang tersebar di berbagai tempat seluruh Nusantara. Karateristik arsitektur Islam ini tampak pada bentuk – bentuk lengkungan setengah lingkaran yang terdapat pada pintu – pintu masjid, tiang - tiang penyangga bangunan serta kubah.
3. Periode Seni Rupa Mutakhir Indonesia
Seni rupa mutakhir masih menjadi bahan perbedaan/perdebatan. Hal ini disebabkan eksistensi/keberadaan seni rupa ini masih dianggap bersifat eksperimental dan belum mapan. Seni mutakhir ini adalah seni murni yang lebih banyak mengacu pada konsep dan akibatnya daripada hasil karya secara keseluruhan.
Aliran Happening Art sebagai bentuk proses aktivitas seni yang mampu melibatkan banyak orang dalam proses perwujudannya. Ada pula yang disebut Performance Art dan Intallation Art (seni instalasi). Seni Instalasi kerap dipahami tak lebih dari sekedar pemandangan benda-benda yang dipajang dengan cara yang ganjil
Pameran Karya Seni Rupa
Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah
Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan, karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa, seniman, pengamat seni rupa, maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya. Melalui pameran, seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat, dinilai, dikagumi, atau dikritik.
Jenis-Jenis Pameran
Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan, dibedakan menjadi dua, yaitu pameran homogen dan pameran heterogen.
- Pameran homogen, artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja, misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan lain sebagainya.
- Pameran heterogen, artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa, misalnya pameran seni kriya, pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan.
Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah, biasanya merupakan pameran heterogen, karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan, patung, ukiran, keramik, karya kerajinan, dan karya seni rupa lainnya. Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil, pameran dapat dibedakan ke dalam :
- Pameran perorangan atau pameran tunggal
- Pameran kelompok, baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater, kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya.
Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah
1. Meningkatkan kemampuan berkarya
Dengan adanya pameran, karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah, dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya.
2. Dapat melakukan penilaian / evaluasi
Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor. Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. Dari kesan pesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut.
3. Sebagai sarana apresiasi dan hiburan
Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi, kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan, pengamatan, penghargaan, atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan. Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka, melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni, pemahaman isi dan pesan dari karya seni, dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif. Dalam arti yang luas, kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati, merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya.
4. Melatih siswa untuk bermasyarakat
Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan, melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. Jadi, dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah, mendidik para siswa untuk bermasyarakat. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain, melatih untuk menghargai pendapat orang lain, dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya.
Contoh Soal Seni Rupa
1. Warna yang dihasilkan dari penggabungan warna merah dan kuning dengan perbandingan 50:50 adalah warna….
a. Hijau
b. Ungu
c. Oranye
d. Abu-abu
e. Coklat
Jawaban:C
2. Proses gambar yang dibuat dengan pewarnaan manual atau dengan komputer dengan halus sehigga gambar pun terlihat seperti aslinya disebut gambar….
a. Rendering
b. Tembus
c. Potongan
d. Dekorasi
e. Arsitek
Jawaban:A
3. Batik yang motifnya dibuat dengan hanya menggunakan tangan disebut….
a. Batik tulis
b. Batik cap
c. Batik pekalongan
d. Batik ikat
e. Batik Malaysia
Jawaban:A
4. Yang termasuk karya seni rupa murni adalah….
a. cangkir
b. Rumah
c. Kursi
d. Baju
e. Patung
Jawaban:E
5. Seni rupa yang memiliki panjang dan lebar disebut...
a. Seni rupa 2 dimensi
b. Seni rupa 3 dimensi
c. Seni rupa murni
d. Seni rupa terapan
e. a dan b benar
Jawaban:A
6. Seni rupa yang memiliki panjang,lebar, dan tinggi disebut...
a. Seni rupa 2 dimensi
b. Seni rupa 3 dimensi
c. Seni rupa murni
d. Seni rupa terapan
e. Semua jawaban salah
Jawaban:B
7. Berikut ini adalah unsur dasar seni rupa kecuali….
a. Titik
b. Lukisan
c. Garis
d. Bidang
e. Ruang
Jawaban:B
8. Contoh karya seni visual dua dimensi yang bergerak, yaitu….
a. Relief
b. Lukisan
c. Film
d. Foto
e. Patung
Jawaban:C
9. Unsur fisik seni rupa yang merupakan gabungan titik-titik yang bersambung, yaitu ….
a. Warna
b. Garis
c. Volume
d. Tekstrur
e. Bidang
Jawaban:B
10. Salah satu jenis karya seni rupa terapan adalah seni kriya yang disebut juga….
a. Desain
b. Seni grafis
c. Kerajinan tangan
d. Arsitektur
e. Keterampilan
Jawaban:C
11. Patung “Kuda Berlari” yang terdapat di pintu gerbang kompleks perumahan Citra Garden-Padang Bulan Medan adalah seni rupa……
a. Setengah dimensi
b. Satu dimensi
c. Dua dimensi
d. Tiga dimensi
e. Lima dimensi
Jawaban:D
12. Patung yang dibuat dengan tujuan untuk memperingati jasa seseorang, kelompok, atau peristiwa bersejarah disebut patung ....
a. Religi
b. Dekorasi
c. Arsitektur
d. Monumen
e. patung mainan
Jawaban:D
13. Salah satu contoh karya seni rupa sebagai kebutuhan akan benda pakai adalah ....
a. Lukisan
b. Gambar
c. Kaligrafi
d. Kursi
e. Foto
Jawaban:D
14. Corak yang merupakan tiruan dari bentuk alam disebut...
a. Representatif
b. Deformatif
c. Abstrak
d. Geometris
e. Non geometris
Jawaban:A
15. Corak yang merubah bentuk alam,diubah menurut imajinasi,gagasan dan kreativitas senima disebut...
a. Representatif
b. Deformatif
c. Abstrak
d. Motif benda mati
e. Geometris
Jawaban:B
16. Gambar yang artinya melebih-lebihkan atau mengubah bentuk disebut ...
a. Karikatur
b. Dekoratif
c. Kartun
d. Komik
e. Lukisan
Jawaban:A
17. Gambar karikatur biasanya mengandung ...
a. Sindiran atau kritikan
b. Memuji
c. Mengejek
d. Mencela
e.saran
Jawaban:A
18. Gambar yang dibuat sesuai keadaan yang sebenarnya baik anatomi maupun proposi adalah ...
a. Ekspresi
b. Abstrak
c. Komposisi
d. Realis
e. Representatif
Jawaban:D
19. Kesan gelap terang suatu benda dapat digambar dengan teknik berikut ini, kecuali ....
a. Teknik dussel
b. Teknik pointilis
c. Teknik linear
d. Teknik arsir
e. Teknik blok
Jawaban : C
20. Proses pengerjaannya menggunakan dua keping cetakan terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan disebut teknik ....
a. Berputar
b. Zig-zag
c. A cire perdue
d. Bivalve
e. Mengulir
Jawaban : D
21. Ukiran yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berkaitan dengan kepercayaan untuk kepentingan spiritual termasuk dalam fungsi ....
a. Hias
b. Konstruksi
c. Magis
d. Simbolis
e. Ekonomis
Jawaban : C
22. Patung dari bahan lunak biasanya mempergunakan bahan ....
a. Tanah liat dan lilin
b. Kayu dan lilin
c. Plastisin dan batu
d. Kayu dan batu
e. Plastisin dan kayu
Jawaban : A
23. Aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa perupanya yang spontan pada saat melihat objek disebut ....
a. Kubisme
b. Impressionisme
c. Surealisme
d. Relisme
e. Ekspresionisme
Jawaban : E
24. Garis yang bersudut dapat menciptakan kesan….
a. Lamban
b. Tenang
c. Statis
d. Tajam
e. Stabil
Jawaban:D
25. Gagasan yang dituangkan dalam bentuk gambar untuk dikembangkan lebih lanjut disebut ….
a. Sketsa
b. Studi
c. Kriya
d. Diari
e. Karya
Jawaban:A
26. Gambar yang berfungsi untuk menghibur karena berisi humor disebut...
a. Karikatur
b. Kartun
c. Animasi
d. Poster
e. Iklan
Jawaban:B
27. Media iklan/informasi yang ditempelkan di dinding atau tempat tertentu untuk menarik perhatian disebut...
a. kartun
b. iklan
c. poster
d. ilustrasi
e. animasi
Jawaban:C
28. setiap hiasan bergaya geometrik atau yang lainnya,yang dibuat pada suatu bentuk dasar dari hasil kerajinan tangan dan arsitektur disebut...
a. ornamen
b. sampul buku
c. ilustrasi
d. iklan
e. penggambaran
Jawaban:A
29. Warna yang dihasilkan dari penggabungan warna merah dan biru dengan perbandingan 50:50 adalah warna…
a. Ungu
b. Hijau
c. Cokelat
d. Abu-abu
e. Putih
Jawaban:A
30. Warna yang dihasilkan dari penggabungan warna kuning dan biru dengan perbandingan 50:50 adalah warna…
a. Ungu
b. Cokelat
c. Hijau
d. Putih
e. Perak
Jawaban:C
31. Indra penikmat cabang seni rupa adalah….
a. Pendengaran
b. Penglihatan
c. Perabaan
d. Penglihatan dan pendengaran
e. Penglihatan dan perabaan
Jawaban:E
32. Seni yang pembuatannya dengan cara menggunakan teknik-teknik ukir adalah ....
a. Seni patung
b. Seni lukis
c. Seni grafis
d. Seni relief
e. Seni fotografi
Jawaban : D
33. Cabang seni rupa yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatnnya adalah seni ....
a. Lukis
b. Patung
c. Grafis
d. Instalasi
e. Relief
Jawaban : C
34. Unsur seni rupa yang dimanfaatkan dalam teknik linear adalah ....
a. Titik
b. Garis
c. Bentuk
d. Bidang
e. Ruang
Jawaban : B
35. Anyaman datar/tunggal disebut juga sebagai anyaman ....
a. Bintang
b. Kepang
c. Sasak
d. Ganda
e. Lilit
Jawaban : C
36. Proses pengerjaannya menggunakan dua keping cetakan terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan disebut teknik ....
a. Berputar
b. Zig-zag
c. A cire perdue
d. Bivalve
e. Mengulir
Jawaban : D
37. Teknik yang digunakan untuk menciptakan batik, kecuali ....
a. Cetak
b. Butsir
c. Printing
d. Cap
e. Tulis
Jawaban : B
38. Reklame yang ditayangkan melalui media elektronik disebut….
a. Pesan dagang
b. Pesan ekonomi
c. Pesan niaga
d. Iklan
e. Multimedia
Jawaban:D
39. Berikut ini yang termasuk pasangan benda kubistis-silindris, adalah………...
a.Botol - Gelas
b.Kotak sepatu – Peti
c.Bola – Telur
d.Layar TV – Botol
e.Layar TV-Kotak Sepatu
Jawaban:D
40. Gambar yang bersumber pada ungkapan perasaan / batin si penggambar disebut gambar ....
a. Imajinasi
b. Ekspresi
c. Estetis
d. Model
e. semua jawaban salah
Jawaban:B
41. Penampilan karya patung yang hanya menampilkan bagian badan, dada, pinggang dan pinggul disebut ....
a. Patung dekorasi
b. Patung lengkap
c. Patung torso
d. Patung dada
e. patung wajah
Jawaban:C
42. Yang termasuk peralatan seni lukis di bawah ini adalah ....
a. Cat minyak
b. Dinding
c. Kertas
d. Kaca
e. semua jawaban benar
Jawaban:A
43. Teknik yang menutup obyek gambar dengan satu warna hingga tampak globalnya adalah teknik ....
a. Akuarel
b. Dusel
c. Plakat
d. Blok
e.al-fresco
Jawaban:D
44. Teknik seni rupa menggunakan cat air dengan sapuan yang tipis hasilnya transparan dan tembus pandang disebut teknik ....
a. Komposisi
b. Akuarel
c. Proporsi
d. Posisi
e.al-secco
Jawaban:B
45. Proses menggambar yang paling awal atau rancangan gambar disebut ...
a. Gambar
b. Menyulam
c. Batik
d. Sketsa
e.mewarnai
Jawaban:D
46. Menggunakan pensil gambar dengan memberi titik-titik dalam menentukan gelap terang disebut ...
a. Pointilis
b. Dusel
c. Blok
d. Akuarel
e.arsir
Jawaban:A
47. Cat yang mempunyai kekuatan tembus pandang warna cemerlang adalah ...
a. Transparan water colour
b. Water colour
c. Pensil warna
d. Poster colour
e.cat pastel
Jawaban:A
48. Kedudukan struktur tulang dan otot-otot yang menentukan besar kecil dan cekung tubuh manusia dalam bentuk keseluruhan tubuh disebut ....
a. Figuratif
b. Anatomi
c. Proporsi
d. Posisi
e.semua jawaban benar
Jawaban:B
49. Karya seni rupa murni, yaitu …
a. karya seni lebih mementingkan keindahan dibandingkan fungsi pakainya
b. karya seni yang lebih mementingkan keindahan dibandingkan nilai komersilnya
c. karya seni yang lebih mementingkan fungsi pakai dibandingkan keindahan.
d. karya seni yang keindahah dan fungsi pakainya seimbang
e. karya seni yang lebih mementingkan teknik pembuatannya
Jawaban:A
50. Seni rupa terapan memiliki pengertian ….
a. karya seni yang lebih mementingkan keindahan dibangdinkan fungsi pakainya
b. karya seni yang lebih mementingkan keindahan dibandingkan nilai komersilnya
c. karya seni yang lebih mementingkan fungsi pakai dibandingkan keindahan
d. karya seni yang lebih mementingkan fungsi pakai dibandingkan nilai komersilnya
e. karya seni yang lebih mementingkan nilai keindahannya
Jawaban:C
